Sedikit lebay, tapi
memang nuansa 4 syawal kemaren seperti 1 syawal, seluruh keluarga kumpul bapak
n ma2k serta ke enam anaknya. J
luar biasa 4 syawal tahun ini begitu bermakna. Satu persatu aku, abang, kakak n
adek2 ku pulang kerumah. Awalnya adek ku hudi yg telah tiba dirumah awal
romadhon, kemudian menyusul adek ku lina dan neni bersamaan di pertengahan
romadhon, kemudian kakak ku tiba tepat malam takbiran walau sempat terombang
ambing di laut selam 3 hari dikarenakan kapal yg mereka tumpangi got trouble,
kemudian aku yang tiba sore hari dilebaran kedua dan kemudian terakhir abangku
dengan menggunakan kapalnya sendiri tiba keesokan siangnya. Akhir’y.. lengkap…:) walau abang tak dapat
membawa anak dan istrinya dikarenakan kondisi gelombang laut yang tak
bersahabat, it’s ok. Kami berkumpul :) Kulihat wajah bahagia orang tua ku yang melihat kami saling bercerita, bermain
seperti anak kecil, saling mengejek, saling berebutan. Lucu. Hmm..
Terus mensyukuri akan warna warni yang terangkai dalam pelangi kehidupan ini . . .
Minggu, 02 September 2012
Sabtu, 18 Agustus 2012
Lagi, Malam Lebaran di Semarang
Hufhtt…. Lebaran
tahun ini masih sama dg tahun kemarin, setidaknya untuk malam ini, masih di semarang,
sendiri di wisma, berjibaku dengan draft revisian seminar. Walau telah mengantongi tiket pulang besok
siang tetap aku akan tiba dirumah lusa sore. Ahh…tak apalah, toh pulang tahun
ini bukan dalam rangka berlebaran tapi lebih dari itu, kumpul keluarga besar
sebelum adek berangkat melanjutkan studi di Alzhar Kairo, Mesir. Maklumlah
seingat ku kami tak pernah bisa kumpul lengkap dari anak pertama sampai yg ke
enam. Terakhir kami berkumpul lengkap saat abang ku (anak ke2) masih single.
Kini kakak ku telah memiliki 2 anak juga abang ku, tak pernah lagi berkumpul.
Si kakak (anak ke1) ikut suami di salah satu desa di Jambi, abang ku tinggal di
rumah warisan mertua di salah satu kecamatan di Jambi juga (jauh dari rumah
kakak). Aku (anak ke3) setelah menghabiskan masa putih biru dan putih abu2 di
salah satu kabupaten di kota Palembang melanjutkan kuliah di semarang. Neni (anak
ke4) juga melanjutkan kuliah di Palembang, Hudi (anak ke4) setelah 6 tahun
bersekolah di Muba SumSel, hijrah ke Bekasi untuk menghafal alquran selama 1
tahun dan akan melanjutkan kuliah di Mesir dan si Bungsu Lina, tahun ini
memasuki tahun ke 4 menuntut ilmu di salah satu Pesantren prov SumSel.
Malam ini, ku
biarkan 2 HP yang sejak magrib tak henti berbunyi, banyak sms yg masuk seperti’y.
Biarkan saja, kan ku balas esok saat aku “menggembel” di Soekarno Hatta. Flight
Jakarta-Tg.Pinang dijadwalkan setelah maghrib jadi akan banyak waktu besok.
Ingin aku sibukkan diri dengan draft seminar tapi suara takbiran dan kembang
api tak dapat membuat ku fokus. Hmm..ternyata besok benar-benar lebaran. Ku
lirik lagi draft seminar ku namun tiba-tiba terdengar ramai suara kendaraan dan
takbiran didepan wisma ternyata rombongan takbir keliling, ku hanya menatap lewat
jendela kamar sampai iringan itu berlalu. Kembali melihat draft dan tak
beselera lagi. Ntah ini malam lebaran yang keberapa kalinya tak di rumah. Kalau
saja tidak dipaksa pulang mungkin aku akan menuntaskan syawal tahun ini sama
seperti tahun lalu di tembalang, semarang.
Kamis, 16 Agustus 2012
Seminar Ku Punya Cerita
| Full smile :) |
Hmm..teng.. tepat jam 15.00 wib, panitia
seminar, aku dan pembimbg dua ku berdiskusi dan alahsail seminar tak dapt
dilakasanakan hari ini, pun jika bapak pembimbing utama ku sampai dilokasi panitia seminar dan ibu pembimbing
dua ku merasa keberatan , yaah wajar saja hari telah sore mereka harus segera pulang
untuk mempersiapkan tetek-bengek urusan para ibu-ibu rumh tangga menjelang berbuka.
Jumat, 03 Agustus 2012
Browsing Vs Reading
Reading..
Hmm… Dua kegiatan yang sama-sama pernah
dicantumkan di biodata ku sebagai hobi. Kegilaan ku terhadap membaca bermula
dari sang kakak yg selalu menghabiskan masa istirahatnya di perpustakaan saat
kami masih sama-sama di bangku SD. Alhasil akupun “tertular” dengan hobinya
ini, sampai-sampai saat hendak tidur siang maupun malam aku tak kan bisa lepas
dari buku. Mata ku tak kan bisa terpejamn sebelum aku membaca. Membaca apa
saja, pernah saat aku ingin tidur siang buku kisah para nabi kepunyaan nenek ku
tak kutemukan ditempat biasa. Mata tak ingin terpejam walaupun rasa kantuk amat
sangat kuat menyerang. Akhirnya aku menemukan kamus bahasa inggris-indonesia
milik kakak ku yg tak sengaja ku lihat tergeletak diatas meja belajarku. Langsung
saja aku lahap kamus tersebut walau aku tak paham isinya. Waktu itu aku masih
duduk di kelas 2 SD. Setelah kurang lebih 3 lembar akhirnya mata ku baru bisa
diajak kompromi untuk istirahat siang, hal ini berulang juga saat aku hendak
tidur malam. Keesokan harinya aku akhirnya meminjam buku setiap hari di
perpustakaan sekolah agar haus ku akan baca bisa di”manage”. “Penyakit” ini
hilang saat aku tak berstatus “siswa” lagi.
Saat aku tak lagi mengenakan seragam abu-abu,
tak ada lagi hobi membaca di biodata ku,
Senin, 30 Juli 2012
Kajian dan Buka Bersama di Lapas Wanita, Semarang
#edisi belajar ngeliput..:)
Semarang --- Beberapa
rangkaian agenda ramadhan PD KAMMI semarang dengan tema besar “Ramadhan untuk
Semua” yang telah dilaksanakan salah satunya yaitu kajian dan buka bersama warga binaan lapas II wanita semarang, Senin
(30/07) bertempat di aula lapas yang diikuti oleh sebagian penghuni lapas
terdiri dari beberapa tahanan dan narapidana.
Semarang --- Beberapa
rangkaian agenda ramadhan PD KAMMI semarang dengan tema besar “Ramadhan untuk
Semua” yang telah dilaksanakan salah satunya yaitu kajian dan buka bersama warga binaan lapas II wanita semarang, Senin
(30/07) bertempat di aula lapas yang diikuti oleh sebagian penghuni lapas
terdiri dari beberapa tahanan dan narapidana.
Acara ini bekerjasama
dengan PKPU (Pos Keadilan Peduli Umat)
yang rutin tiap tahun melakukan buka bersama di Lapas Wanita Semarang. Acara
dimulai dari pukul 04.00 dan diakhiri dengan sholat maghrib berjamaah di Aula
Lapas. Prosedur memasuki wilayah lapas yang sedikit ketat tidak mengurangi
semangat teman-teman KAMMI Semarang untuk memulai rangkaian acara.
Kajian diawali dengan
persembahan dari tim qosidah warga binaan lapas semarang yang disambut dengan
meriah oleh para peserta kajian baik dari warga binaan lapas maupun dari
teman-teman kammi semarang.
Di lapas ini
mereka diarahkan dan dibimbing untuk melakukan berbagai macam kegiatan positif,
bersosialisai dan mengasah keterampilan. Harapannya setelah bebas dari lapas
mereka bisa langsung beradaptasi di masyarakat dengan keterampilan yang telah
diperoleh. Begitu yang dikutip dari sambutan salah satu pembina lapas.
Last Moment with My Silau*
Sister Galau (Silau) : Tatu Kulsum
Pawang Galau (Palau) : Hasnawiya
Hahahahah.....panggilan kacau...;)
Dari pada bingung karena banyaknya foto narsis yg dah prnah kita dokumentasikn smpe bkin video klip juga, jadi cuma publish yg last moment aja. Pic2 yg diambil detik-detik sebelum "berpulang" nya si Silau..:P:P:P
| Sok-sok an... |
| cuma foto punggung tp tetep senyum |
| Haisshhh... |
| Maleesss..:P |
| eaaaa... |
| liat mading wisma, gaya lagi..:P |
Kamis, 26 Juli 2012
Hmm...salah satu proses pembelajaran
Who..Mas..??
Awalnya aku ingin menulis
tentang amanah baru diawal bulan romadhon yg diemban kan pada ku. Salah satu
departemen yang merupakan wajah dari sebuah organisasi. WHO,,,Mas?? Aahh…Ntah
atas dasar apa sehingga aku bisa ditempakan di departemen ini, yang aku tau
sebelum dibacakan SK aku telah dilobi oleh salah satu kadep dari departemen
lain untuk dapat membantu beliau di departemen yang ia ketuai. Tak ingin berburuk
sangka apalagi memperdebatkan hal yang tak penting, satu pesan yang begitu
berkesan dari salah satu pembesar organisasi tsb bahwa dimanapun kita
ditempatkan maka siaplah untuk berkontribusi dan berkarya. It’s enough,,,^_^ Aku yakin ini salah satu cara indah Allah mengupgrade hamba'y...*aseeeekkk..
Walaupun sampai saat menulis
ini aku masih “bingung” dengan “tupoksi”
dari departemen ini namun bukan alasan untuk tidak belajar. Belajar apapun
dan kepada siapapun mengenai semua hal yang berbau ‘Who..mas”*eaaaaaa. Hmm..mulai belajar
mengenal tim di departemen ini, ketua, staff lama, staff senior, staff junior
dan staf baru. Mengenal dan menilai dari keaktifan masing-masing individu dalam
menjalankan amanah di departemen ini. Ok lah..kita lihat saja bagaimana mereka
berkarya dan berkontribusi. Selalu bersemangat lah..:):):)
Kawand…
SK telah dibcakan..
Tugas baru siap di emban..
Jangn kau risaukan..
Ini bukalah beban..
Hanya saja proses pembelajaran..
Amanah ini tk mengenal kt
enggan..
Tak pula kata segan..
Hanya butuh wktu kawand..
Kawand.. waktu’y tidur rr……zzzzzzzzzz……hagzhagzhagz…
Selasa, 17 Juli 2012
Welcome Romadhon
Senang nya hatii..
Menyambut bulan
suci..
Welcome Ramadhan…
Sukaaa..
Senang..
Gembira..
Riang…
Menghitung hari
menantikan bulan nan suci hadir menghiasi hari. Hmm…tak sabar rasanya menanti
bulan romadhon, jantung terus berdegup kencang seiring semakin dekatnya hari
itu tiba. Mengalahkan anak SD yang menanti pembagian rapot atau anak SMA yg
menanti kelulusan. Sungguh perasaan yang luar biasa, tak dapat diungkap dengan
kata-kata..eaaaa... Romadhon tahun ini aku ingin lebih spesial dibandingkan
tahun lalu. Aku ingin membuat target-target dan merealisasikan semuanya. Semuanya
tanpa tapi-tapi..hohoho...
Romadhoooooonnn…..
Tak sabar lagi diri ini menyambut kedatangan mu. Aku sudah mempersiapkan diri
lahir dan bathin untuk mengikuti kompetisi yg ada. Kompetisi memperebutkan
banyak piala emas pahala. Mengkhatam kan alQuran minimal dua kali, Qiyamullail
tiap malam, dhuha rutin pagi, sholat rawatib full, infaq dan shodaqoh…hmm apa
lagi ya….
Amanah dan Popularitas
Amanah dan popularitas merupakan dua kata yang memiliki makna sangat
berbeda. Terkadang tak semua mengerti akan korelasi dari dua kata tersebut. Butuh
kajian dan pemahaman akan makna sebuah amanah agar tak terlena dengan
popularitas. Yaahh...terkadang banyak kader dakwah yang mejadikan amanah
sebagai wahana mencapai sebuah popularitas. Amanah bukan lagi diperoleh dari
hasil keputusan bersama atau dari kualitas yg dimiliki kader. Namun amanah
cenderung menjadi bahan “request” untuk memperoleh kedudukan tertentu dan
mengabaikan kualitas serta kapabilitas diri. Ironis memang, hal ini terjadi
bukan tanpa sebab, hanya saja cara memandang dan memaknai akan sebuah amanah
yang mulai keliru. Amanah bahkan menjadi wahana mengukuhkan diri sebagai orang
yang memiliki kedudukan di sebuah penjenjangan atau menjadi wasilah mempopulerkan diri di sebuah organisasi
tertentu.
Tak selayaknya seseorang yg mengaku sebagai kader dakwah menomorsatukan
popularitas dibandingkan dg tugas yg diemban. Sungguh sangat disayangkan ketika
“meminta” sebuah amanah karena ingin memperoleh pengakuan bahwa dirinya adalah
orang pantas dg amanah tersebut atau bahkan telah melewati proses penjenjangan
kader sehingga layak untuk memperoleh kedudukan yg lebih tinggi.
Langganan:
Postingan (Atom)




