Rasa bangga
tak terkira kurasakan sebagai kakak yang selalu mendampingi dan mensupport. Aku
yang merupakan satu-satunya kakak tempat ia bercerita, berkeluh kesah, meminta
pendapat bahkan saat ia ingin meminta uang utnuk mendaftar pun ia meminta
bantuan ku sebelum ke orang tua. Bukan manja, hanya ia merasa nyaman saja saat
segala urusannya diketahui oleh kakak. Walau terkadang keras kepala namun ia
tak pernah membantah perkataan ku. Alhamdulillah, sujud syukur lantunan
hamdallah tak berhenti sampai saat kutulis coretan ini.
Walau aku
sangat bangga namun tak ku tampakkan depan adek ku, ku ingin agar ia tak
berbangga diri dengan apa yang telah ia capai. Aku tetap merongrong nya untuk
menyelesaikan hafalan Qurannya. Tak ada yang lebih membanggakan selain
melihatnya sebagai seorang penghafal alQuran. Kondisi mesir yang saat ini di
bawah kepemimpinan Syekh Mursi membuat ku lega melepaskannya nanti di negeri Cleopatra.
Hmmm.. selalu berdoa agar ia kelak menjadi lelaki dewasa yang memiliki tsaqofah
yang luas, faqih akan ilmu yang kelak diperoleh. Tak lagi suka mengeluh, tak
lagu suka mengadu, namun berharap kelak menjadi pemimpin dan problem solver
bagi masyarakat banyak. Amiiinnn….

gak menampakkan karena iri ne jgn2 wkwwk
BalasHapus(just kid)
ga lah..jd kk tu hrus profesional, dia msih punya utang ngafal Quran..jd lom hebat nm'y..tak perlu bangga sangat..
BalasHapusSubhanallah....smoga dhe Hudi dksih kmudahan n kbrkahan menimba ilmu di sana ya na...
BalasHapusAmiiinnn...allahumma amiiinn...:):):)
BalasHapusalhamdulillah
BalasHapus